Himpunan Alumni IPB
Biskuit Kaya Protein Dari Tepung Belalang


(Minggu, 8 Januari 2017)

Maraknya iklan makanan ringan mempengaruhi preferensi masyarakat (terutama anak muda dan anak-anak) dalam memilih makanannya. Banyak dari mereka mengkonsumsi rutin makanan ringan (snack) ini setiap harinya. Makanan ringan yang beredar di pasar biasanya belum memiliki pertimbangan nilai gizi yang baik. Pembuatan snack yang memiliki wawasan gizi yang baik akan membantu mengatasi berbagai masalah pola makan anak. Tecatat sebesar 17.90% penduduk Indonesia masih mengalami masalah kekurangan gizi, terutama kasus Kurang Enargi Protein (KEP). Sebesar 8 juta anak balita (35.60%) Indonesia masih mengalami gizi buruk kategori stunting.


Adanya snack yang memiliki kandungan tinggi protein tentu akan membantu mengatasi masalah ini. Konsumsi snack yang terus meningkat juga sangat menarik untuk dikembangkan skala industri. Snack sehat akan memiliki pangsa pasar tersendiri karena memiliki nilai tambah yang lebih baik.


Belalang adalah salah satu satwa harapan yang potensial untuk dikembangkan, mendukung usaha pemenuhan pangan bergizi nasional. Belalang memiliki kandungan protein sangat tinggi, pada kondisi kering 62-65% berat tubuhnya adalah protein. Belalang yang umumnya menjadi hama tanaman akan lebih bermanfaat jika dikembangkan untuk peningkatan gizi pangan. Satu sisi menurunkan populasi hama, di sisi lain meningkatkan nilai gizi pangan yang apabila dipasarkan membawa keuntungan ekonomi yang lebih tinggi. Selain itu karakteristik belalang sebagai hama biasanya akan berkembangbiak sangat cepat, sehingga jika diperlukan dalam jumlah besar menejemen budidayanya akan lebih mudah.


Saat ini kebanyakan pengolahan belalang hanya sebatas digoreng/disangrai saja. Padahal dengan sedikit sentuhan kratifitas belalang dapat menjadi sumber pangan yang digemari masyarakat. Di Meksiko, yang konsumsi snack warganya mencapai 4 ton pertahun juga mulai melirik potensi belalang. Asosiasi ahli pangan di negara itu melalui riset yang dilakukan Hernandez-Campos dan timnya (2012), menyebutkan bahwa snack yang dibuat dari tepung belalang 16% lebih disukai dibandingkan snack umum yang ada di pasaran, cita rasa snack tepung belalang ini memiliki ke khasan tersendiri yang mudah dikenali konsumennya.


Mereka menambahkan, snack dengan tepung belalang ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi (lebih dari 400%) dibandingkan snack pada umumnya. Nilai pasar untuk produk makanan ringan (snack) di negara tersebut juga terus naik hingga 3 milyar dollar US pada tahun 2011, mengalami trend peningkatan sebesar 70% selama 10 tahun terakhir. Kondisi di Indonesia nampaknya juga tak jauh berbeda, dewasa ini banyak kita temukan beragam macam snack yang ditawarkan ke masyarakat. Anak-anak kita, bahkan pemuda dan orang dewasa juga menggemari snack terutama saat berkumpul bersama teman atau keluarga. Snack sehat dengan fortifikasi tepung belalang sangat menjanjikan baik untuk kepentingan peningkatan ekonomi maupun kesehatan masyarakat.


Tak semua orang berani memakan jangkrik, belalang, atau cacing dalam bentuk utuh. Namun, jika sudah dibuat tepung, tak banyak orang sadar saat memakannya. Selain itu tepung serangga lebih praktis diolah menjadi berbagai hidangan


Dengan mempelajari beberapa jurnal penelitian ilmiah, Dian Kresna, salah satu alumni IPB, mencoba untuk mencampurkan tepung dari pangan lokal Free gluten khas Bojonegoro (Ganyong, Ubi Kayu dsb) dengan tepung belalang menjadi "power nutrition flour' yang kaya manfaat


Tepung yang diperkaya protein dan zat besi ini bisa membantu malnutrisi yang dialami penduduk miskin di berbagai belahan dunia. Sebab, belalang misalnya, mengandung protein lebih tinggi dibanding sapi dengan berat sama.


Di Amerika Serikat, sudah ada setidaknya tiga merek yang menawarkan camilan dengan campuran tepung belalang. Bitty Foods menjual tepung kue dan cookies bebas gluten, sedangkan Exo menghadirkan rangkaian protein bar rasa kakao serta selai kacang dan selai anggur. Sementara itu, Six Foods membuat keripik panggang.


Belalang disterilisasi, lalu disangrai hingga kering, lalu menggilingnya menjadi tepung halus. Biskuit belalang ini adalah kombinasi tepung belalang serta bahan bebas gluten dan padi-padian lain, seperti tepung tapioka dan tepung ganyong yang dicampur dengan perbandingan tepat untuk membuat Biskuit, bahkan bisa juga digunakan u membuat muffin, pancake dan lain-lain.


Belalang yang disangrai kering sebelum digiling, menimbulkan rasa seperti roti bakar, kacang, dan sedikit rasa tanah pada tepungnya. Seperti hazelnut dan buckwheat yang dicampur. Selain itu, ditambahkan kayu manis dan jahe untuk menambah citarasa biskuitnya.


Di situs Thailand Unique, tepung Belalang dijual dengan harga $9.80 (Rp 115.000) per 100 gram. Sementara itu, tepung belalang yang dihasilkan Dian dari Bojonegoro, mempunyai harga yang sangat terjangkau


 


Biskuit Belalang adalah solusi tepat untuk mengatasi masalah kesehatan utama nya gizi warga Bojonegoro,selain itu dapat juga meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan hasil budidaya belalang oleh sektor industri nanti nya, ujar Dian mengakhiri

Ditulis: Dian Kresna pencipta eskrem batik Bojonegoro, alumni IPB


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB