Himpunan Alumni IPB
Pohon Besar, Dilematika Lingkungan dan Bom Waktu


(Selasa, 7 Februari 2017)

Dilematika


Pohon dan dahan besar yang tumbang atau patah entah karena fisik batang yang keropos, terkena hama-ham penyakit, atau adanya angin ribut, badai dan hujan besar seperti bom waktu. Kita tidak tahu kapan akan terjadi. Dari segi fisik memang pohon besar sering menjadikan trauma bagi penduduk kota terlebih saat musim hujan tiba. Tetapi, kita juga tidak bisa menebang pohon sembarangan. Bisa dicap sebagai perusak lingkungan. Pohon bereperan menyerap CO2 yang mempengaruhi ameoliorasi iklim dan pengudaraan kota yang lebih baik. Perakarannya bisa melindungi tata tanah atau air dari ancaman erosi dan longsor. Pepohonan bisa menjadi habitat satwa liar untuk bersarang, bermain, kawin, mencari makan. Tidak kalah penting pohon bisa menghasilkan produk seperti buah, bunga, daun, kulit batang maupun umbi. Pohon kota dapat mepercantik lanskap kota dan mengurangi stress masyarakat kota. Peran dan fungsi tersebut merupakan jasa ekosistem.


Asuransi dan Evaluasi Pohon


Pernahkah terpikir, kehadiran pohon bisa diperhitungkan sebagai aset kota? Bahwa jumlah pohon berpengaruh terhadap air tanah yang tersimpan? Berapa ton air tanah menghilang jika pepohonan ditebang? Berapa harga 1 liter air mineral? Dengan ilustrakian pohon bisa dijadikan indikator aset kota yang bernilai ekonomis. Sangat tidak fair adanya aturan jika menebang satu pohon harus menanam sepuluh. Bagaimana jika yang ditebang pohon raksasa, sementara yang ditanam adalah 10 pohon kecil dalam polybag?


Nilai pohon bisa dikuantifikasikan dengan mengadop International Shading Trees Evaluation Method (ISTEM). Evaluasi pohon peneduh dengan variabel ukuran pohon yang dihitung dari luas penampang batang setinggi dada diukur dengan DBH metertape, dikalikan dengan presentase kondisi pohon berdasarkan penilaian arborist dari usia, hama dan penyakit, fisik bataang, percabangan, tajuk, dikalikan kelas pohon terdiri dari kelas 1, 2, 3, 4, dan 5 bernilai 100%, 80%, 60%, 40%, 20% dan dikalikan konstanta ekonomi misal di Amerika, konstanta ini senilai 40 dollar. Sehingga setiap pohon peneduh pada lanskap kota bisa dihitung nilainya. ISTEM ini bisa digunakan untuk menjadi acuan premi jika pohon diasuransikan. Jika terjadi kerusakan pada pohon maka pemerintah kota bisamengklaim, termasuk klaim jika pohon tumbang yang mengakibatkan kematian manusia.


Pengelolaan Pohon


Pohon tetap harus dikelola oleh pihak berwenang. Klaim asuransi diberikan jika pohon dalam pengawasan yang baik. Pemeliharaan pohon memiliki 3 tujuan untuk meningkatkan produksi melalui pemupukan, pengendalian hama-penyakit, perompesan , pemangkasan, untuk keamanan lingkungan karena tajuk menyentuh utilitas kabel listrik dan telepon atau perakaran ekstensif membongkah jalan aspal, saluran drainase, atau tembok pagar dan untuk estetika seperti topping, topiary dan pruning.


Terkait dengan pencegahan bahaya maka ada alat pendeteksi keroposan batang atau kerusakan batang yaitu decay meter, atau yang lebih canggih yaitu sonic tomography. Jika terjadi kekeroposan, lubang batang oleh kerusakan fisik atau hama penyakit maka perlu dilakukan perlakuan penampalan lubang (cavity treatment) atau penguatan batang bagian dalam dengan batang baja (bolting), penyencangan batang (staging) sehingga mencegah pohon tidak tumbang.


 


(*Hadi Susilo Arifin adalah Profesor di bidang Ekologi dan Manajemen Lanskap, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Dan Ketua Komisi B “Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis” Dewan Guru Besar IPB.)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB