Himpunan Alumni IPB
Miskin Watak dan Otak


(Jum'at, 22 September 2017)

Suwidi Tono


Orang tua dulu sering memberi wejangan: nak, tidak soal kamu tidak kaya harta, tidak bergelar, tidak berkedudukan, atau tidak dikenal. Tapi jangan pernah kehilangan watak "temen" (bhs Jawa: jujur). Dengan itu, hidupmu slamet (selamat) dan ayem tentrem (damai).


Petuah ini menunjuk prinsip hidup yang wajib dipegang teguh: kejujuran dan kesederhanaan. Sesuatu yang kini makin langka ketika wabah "moonlight effect" (kaya, kuasa, kondang) demikian mendera dan membuat disorientasi hidup.


Di zaman yang kumuh dan dekil, perburuan harta, kuasa, posisi, mempertaruhkan semuanya. Tidak heran korupsi makin mengganas, ketidakpatutan dipertontonkan, kepemimpinan model "Petruk dadi ratu" muncul dimana-mana.


Miskin watak dan otak punya akar sejarah panjang di negeri ini. Sejak inferioritas dilesakkan pada era kolonial, ekspresi dan kreatifitas dibungkam pada era rezim otoriter, dan banalitas perikehidupan tumpah paska reformasi.


Kegagalan membangun martabat bangsa lewat pembangunan watak dan otak secara ilmiah sesungguhnya sudah ditunjukkan oleh data riset UNESCO beberapa tahun terakhir. Kemampuan bangsa dalam tiga elemen penting: literasi (minat baca dan paham soal), numerasi (logika dan nalar), dan problem solving (kemampuan memecahkan masalah), berada di peringkat terendah di antara 33 negara OECD.


Sejarah dunia juga mengajarkan, hanya dengan membangun watak dan otak, sebuah bangsa boleh berharap meraih kemajuan fundamental.


Kelalaian membangun watak dan otak itu berakibat sangat serius. Sekadar menunjuk contoh: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia bertahan pada urutan 100 ke atas dalam satu dekade terakhir. Indeks Korupsi juga awet di peringkat 5 negara tertinggi. Ketimpangan kaya-miskin di peringkat 4 besar dunia.


Kita terlalu banyak membuang peluang dan kesempatan. Enough is enough. Revolusi Mental perlu peta jalan dan pembuktian. Perlu kerja keras, kerja cerdas, kerja terukur.


 http://watyutink.com/berpikir-merdeka/miskin-watak-dan-otak


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Kamis, 12 Oktober 2017 00:00 WIB
Senin, 25 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 22 September 2017 00:00 WIB
IPB
Sabtu, 16 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 8 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB