Himpunan Alumni IPB
Guru Besar IPB Manfaatkan Zat Ekstraktif Kayu Untuk Obat


(Senin, 13 Maret 2017)

Bogor (AlumniIPB.org) – Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Wasrin Syafii mengembangkan obat antikanker, antimalaria, dan antidiabete dari ekstrak kayu beberapa jenis pohon.


Pemanfaatan zat ekstraktif kayu menjadi beragam obat tersebut dimaksudkan agar semua bagian kayu dapat dimanfaatkan. Zat ekstraktif yang digunakan bersifat bioreaktif, sehingga sangat ideal bila digunakan sebagai bahan baku industri farmasi.


Prof. Wasrin mengatakan, penelitian tersebut bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif antikanker yang mungkin saja terdapat dalam kayu surian dan kayu suren.


Dia pun menggunakan zat ekstraktif kayu surian (Toona sinensis) dan kayu suren (Toona sureni) sebagai zat antikanker. Kedua pohon tersebut merupakan pohon yang banyak ditanam pada hutan rakyat, sehingga bahan baku dapat dengan mudah didapatkan.


"Dari hasil karakterisasi kimia fraksi aktif kedua jenis kayu tersebut ditemukan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antipoliferisasi sel kanker prostat, sel kanker payudara, sel kanker paru, sel kanker usus besar, sel kanker serviks HeLa dan sel kanker limfoma Raji," katanya, dikutip Okezone, Senin (13/3).


Selain menemukan zat antikanker dalam kayu surian dan kayu suren, Prof. Wasrin juga melakukan penelitian untuk menemukan zat antimalaria pada kayu bidara laut (Strychnos ligustrina). Kayu tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat dan biasa digunakan masyarakat setempat sebagai obat tradisional.


"Penelitian ini sangat penting karena persediaan obat malaria masih sangat sedikit di Indonesia, terlebih lagi penyakit malaria merupakan masalah besar di Indonesia yang perlu segera ditangani," jelasnya.


Hasil ekstraksi tersebut diketahui kayu bidara laut mengandung etanol dengan kadar cukup tinggi. Senyawa yang terkandung dalam etanol tersebut diantaranya adalah strikinin dan brusin yang disinyalir merupakan senyawa antimalaria.


Untuk antidiabetes, merupakan zat ekstraktif lain yang ditemukan. Pohon yang memiliki kandungan tersebut adalah jabon merah (Anthocephalus macrophyllus) dan kina ledger (Cinchona ledgeriana) yang termasuk ke dalam famili Rubiaceae.


"Setelah dilakukan pengujian antidiabetes terhadap ekstrak etanol jabon merah dan kina ledger, ditemukan hasil bahwa aktivitas antidiabetes tertinggi terdapat pada kulit jabon merah dan daun kina ledger," terangnya


Setelah dilakukan analisis terhadap ekstrak etanol tersebut, terindikasi bahwa ekstrak etanol kulit jabon merah dan daun kina ledger memiliki senyawa-senyawa yang diduga memiliki kemampuan antidiabetes.


"Penelitian yang saya lakukan, terutama kayu bidara laut untuk obat malaria, masih bersifat eksploratif dan masih dalam skala laboratorium secara in vitro. Penelitian berikutnya masih dalam skala laboratorium tetapi secara in vivo. Setelah itu baru dilanjutkan untuk scaling up," terangnya.


Menurutnya, penelitian ini sangat mungkin diaplikasikan dalam skala besar. Namun, untuk produksi massal diperlukan kerjasama dengan lembaga lain yang mempunyai kompetensi dalam pembuatan seperti bio-farmaka, fakultas farmasi, atau dengan pabrik obat.


"Bahan baku tersebut relatif mudah didapatkan, kecuali bidara laut sudah jarang ditemui sehingga bila dilakukan scaling up terhadap obat antimalaria dari pohon tersebut diperlukan budidaya agar dapat memenuhi suplai bahan baku," pungkasnya.


 


Atas inovasinya tersebut, Prof. Wasrin terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan dari '108 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2016'. (ric/k)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Kamis, 12 Oktober 2017 00:00 WIB
Senin, 25 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 22 September 2017 00:00 WIB
IPB
Sabtu, 16 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 8 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB