Himpunan Alumni IPB
Kasus Penyelewengan Izin Impor Bawang Diminta Segera di Usut


(Jum'at, 7 April 2017)

Bogor (AlumniIPB.org) – Pemerintah Indonesia diharapkan menyikapi serius rendahnya harga bawang merah di petani Brebes, Jawa Tengah, yang mencapai sekitat Rp 10-16 ribu per kilogram.


Besar Pertanian IPB Prof Dwi Andreas, meminta pemerintah menanggulangi kondisi tersebut sebab disinyalir akibat terbukanya keran impor ilegal bawang merah dari India.


Dwi menyatakan, perlunya segera inisiatif pemerintah menyelidiki kemungkinan penyalahgunaan izin impor sehingga mengakibatkan membanjirnya bawang merah dari luar.


“Jika merujuk bulan Juni-April di tahun 2016, pemerintah tidak membuka keran izin impor. Kalau tahun ini ditemukan adanya bawang merah impor bisa jadi ada penyalahgunaan izin impor yang harusnya untuk bawang bombay karena Indonesia tidak bisa memproduksi, namun yang datang bawang merah atau memang ada penyelundupan,” kata Dwi, Jum’at (7/4).


Guna membuktikan itu, pemerintah perlu melakukan penyelidikan di pasar. Agar diperoleh perbedaan mana bawang merah impor dan yang bukan.


"Bawang merah impor bentuknya lebih bulat agak besar sedangkan bawang merah lokal berukuran kecil dan agak lonjong,” tutur Dwi.


Dwi mengungkapkan, penyalahgunaan izin impor bisa berbagai bentuk, seperti izin yang seharusnya untuk bibit bawang merah namun digunakan mendatangkan bawang merah untuk konsumsi.


“Jangan sampai seperti kemarin-kemarin ada ribut-ribut nangkapin orang yang nimbunin cabai, toh untuk apa menimbun cabai basah dalam 2-3 hari juga busuk. Daripada itu lebih baik kasus bawang merah ini. Karena betul-betul impor bawang merah ini mencelakakan petani. Apalagi sekarang pas musim panen di banyak tempat, dibanjiri bawang impor, ya harga petani hancur,” ucap Dwi.


Jika memang terbukti adanya penyalahgunaan izin impor bawang merah dan penyelundupan, ujar Dwi, dampaknya akan berimbas ke lapisan bawah dengan menghancurkan harga di level petani.


 


“Pertanyaanya apakah pemerintah ada keinginan untuk mengusut tuntas dugaan tersebut?” ucap Dwi. (ric/l)


Sumber Foto: Beritasatu.com


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Jum'at, 22 September 2017 00:00 WIB
IPB
Sabtu, 16 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 8 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB