Himpunan Alumni IPB
Direktur KSKP IPB Sebut Indonesia Masih Lemah Soal Diplomasi Sawit


(Selasa, 11 April 2017)

Bogor (AlumniIPB.org) – Anggapan negatif terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia ternyata menyimpan persoalan diplomasi yang tidak selesai.


 


Kelapa sawit ditetapkan tidak masuk kategori tanaman hutan. Padahal semua jenis kelapa adalah tanaman hutan dan kejanggalan tersebut seharusnya selesai melalui cara diplomasi.


 


Menurut Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian Institut Pertanian Bogor (KSKP IPB) Dodik R Nurrochmat, di Jakarta, Selasa (11/4), diplomasi Indonesia menyangkut kelapa sawit di forum-forum internasional masih lemah.


 


“Belum diakuinya kelapa sawit sebagai tanaman hutan jadi bukti tanggung jawab diplomasi kita berat. Masalahnya masih banyak yang paham diplomasi namun tidak paham substansi, sedangkan yang paham substansi tidak paham diplomasi,” ujar Dodik.


 


Hal lain yang diungkapkan Dodik, perkebunan kelapa sawit juga bukan menjadi penyebab kebakaran hutan atau deforestasi. Dia menjelaskan, jika aturan Badan PBB FAO menyatakan kelapa sawit sebagai tanaman hutan, maka yang terjadi bukan deforestasi namun aforestasi atau penambahan luasan hutan.


 


Soal isu kerusakan lingkungan yang dituduhkan ke perkebunan kelapa sawit, Dodik mengatakan, negara-negara maju di dunia pada awal pertumbuhan ekonomi hampir pasti diikuti oleh kerusakan lingkungan.


 


"Sampai pada titik tertentu terjadi titik balik sehingga ekonomi berjalan dengan baik dan lingkungan mengalami recovery," ucap Dodik.


 


“Itulah yang terjadi di negara-negara eropa, mereka merusak hutan-hutannya,” ujar Dodik.


 


Mengenai pernyataan sikap dalam dokumen Report on Palm Oil Deforestation of Rainforests soal perkebunan kelapa sawit Indonesia yang diterbitkan oleh Parlemen Eropa awal April, Dodik menanggapi agar tidak terlalu dijadikan persoalan besar.


 


Dodik beranggapan, isi dokumen tersebut lebih ke persoalan dugaan pelanggaran HAM terkait eksploitasi pekerja di bawah umur.


 


 


“Tinggal bagaimana kita memandang lebih luas fungsi lingkungan. Tidak hanya dari kriterianya tetapi melihat proses yang akan menentukan tujuan lahan agar dapat dimanfaatkan secara baik,” tutur Dodik. (ric/l)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB