Himpunan Alumni IPB
Polemik Beras, Begini Penjelasan Pakar Pertanian IPB


(Rabu, 26 Juli 2017)

Bogor (alumniipb.org) - Polemik perberasan kembali mencuat di Indonesia. Berawal ketika Polri bersama Satgas Pangan menggerebek sebuah pabrik penampungan beras sebanyak 1100 ton di Bekasi, Jawa Barat.


Pabrik tersebut diketahui dimiliki oleh PT Indo Beras Unggul (IBU). PT IBU dianggap membeli gabah milik petani di atas harga yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.


Akibatnya, beras yang dipasarkan oleh PT IBU bernilai tinggi harganya alias premium. Dampak lainnya, distributor beras lain tak mampu membeli gabah petani sebab harga yang dipatok mahal sebelumnya.


Lainnya, PT IBU diduga Satgas Pangan Polri melakukan kecurangan karena mengoplos beras subsidi menjadi berdaya jual premium.


Menanggapi kasus yang terjadi, pakar pertanian IPB Edi Santosa menjelaskan mengenai penggerebekan pabrik diduga menimbun beras merupakan ranah hukum dan harus percaya pada polisi.


Edi beranggapan, polisi dalam melakukan aksinya pasti sudah melakukan observasi sejak lama. Sedangkan tentang polemik antara beras yang dipasarkan dan subsidi merupakan dua hal berbeda serta mempunyai aturan masing-masing. 


Edi mengungkapkan, struktur biaya beras mudah diakses dan jika ada penyimpangan soal harga amat mudah diketahui. 


“Saya tidak mempermasalahkan antara pengusaha dengan pemerintah atau polisi. Seharusnya kita ambil positifnya saja, semua pelaku pangan, baik petani maupun pengusaha harus sejahtera,” ujar Edi pada alumniipb.org, Selasa (25/7).


Menurut Edi, sebagai pengusaha beras, PT Ibu sudah mencoba profesional. PT IBU bahkan telah melakukan klarifikasi mengenai isu yang menyorotnya selama ini. 


“Di lapangan ketika masih menjadi gabah, kita tidak tahu nanti akan menjadi beras kualitas apa. Tergantung prosesnya dari gabah menjadi beras seperti apa,” kata Edi.


Edi menyimpulkan dari polemik kasus PT IBU, bahwa pemerintah sedang mendorong swasembada beras serta ingin membenahi sistem tata niaga di Indonesia, khususnya pada komoditinya. 


Edi menganggap amat penting agar hal itu harus dijaga oleh semua pelaku pangan. Edi memaparkan, tugas pemerintah adalah menjamin kesejahteraan petani maupun pelaku usaha dan salah satu solusinya dengan duduk bersama antar semua stake holder. (eng/cr)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Kamis, 12 Oktober 2017 00:00 WIB
Senin, 25 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 22 September 2017 00:00 WIB
IPB
Sabtu, 16 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 8 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB