Himpunan Alumni IPB
Polemik Garam, Dosen IPB: Kebijakan Impor Boleh Bersyarat


(Sabtu, 5 Agustus 2017)

Bogor (alumniipb.org) - Langkanya komoditas garam di Indonesia saat ini merupakan persoalan baru yang memancing polemik. Pemerintah akhirnya berencana mengimpor garam guna memenuhi ketersediaan komoditas itu.


Menanggapi kisruh garam di Tanah Air, Staf Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Nimmi Zulbainarni kepada alumniipb.org, Jumat (4/8) mengungkapkan, keputusan pemerintah tersebut dapat dibenarkan jika memang produksi garam dalam negeri tdk memenuhi.


Nimmi menuturkan, sekarang ini kebutuhan garam nasional mencapai 4 juta ton per tahun. Sedangkan produksi dalam negeri baru mencapai 143 ribu ton pada tahun 2016.


“Selain itu, lahan untuk memproduksi garam di Indonesia hanya 25.834 hektare. Kita perlu menambah sekitar  10-15 ribu hektare untuk meningkatkan produksi garam sehingga dapat memenuhi kebutuhan,” ujar Nimmi.


Rendahnya produktivitas garam nasional, menurut Nimmi, sebab masih banyak petani garam menggunakan cara tradisional. 


Nimmi menjelaskan, metode tradisional hanya memproduksi 60 ton per hektare per tahun. Namun dengan menerapkan teknologi geomembran mampu memproduksi sampai 80-100 ton per hektare per tahun, ucap Nimmi.


Nimmi menyebutkan, garam di Indonesia dikualifikasikan menjadi dua kategori, yaitu garam industri dan konsumsi. 


Perbedaan garam industri dan konsumsi berdampak pada praktik pemasarannya karena berbeda aturan. Nimmi menyarankan, pemerintah agar melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi salah paham terhadap perbedaan persepsi tersebut. 


“Perusahaan bisa langsung mengimpor garam industri berdasarkan rekomendasi Kementerian Perindustraian. Sedangkan garam konsumsi harus melalui Kementerian KKP dan impor garam konsumsi hanya diperbolehkan melalui BUMN, yakni PT Garam," tutur Nimmi.


Nimmi meminta, pemerintah mengatur lebih jelas mengenai mekanisme dan memperbaiki fasilitas meningkatkan produksi garam dalam negeri. (eng/cr)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB