Himpunan Alumni IPB
Bayu Krisnamurthi: Alumni IPB yang Sangat Peduli Terhadap Petani dan Pertanian

“Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, dan tawakal,” inilah kata mutiara dari Dr. Ir Bayu Krinsamurthi, MS, alumni Institut Pertanian Bogor yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini. Baginya, kalimat itu seperti menjadi bukti bahwa pengabdian dengan niat yang lurus dan ikhtiar akan membuahkan hasil. Buktinya, Allah SWT memberinya 'nikmat' sekaligus amanah berupa jabatan tersebut.

Mantan Deputi Menteri Koordinator Prekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan ini menggantikan posisi Mahendra Siregar yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II yang diumumkan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Oktober 2011.

Menurut pria kelahiran Manado, 18 Oktober 1964 ini, salah satu tugas yang diberikan Presiden kepadanya adalah memperkuat ekonomi domestik melalui perdagangan pangan, pertanian, dan pasar-pasar tradisional. Kebijakan ini dilakukan pemerintah karena melihat situasi perekonomian global yang tidak pasti. Tujuannya, agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pasar ekspor saja. Melainkan, bisa lebih mengembangkan pasar domestik melalui perdagangan serta produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya itu, ia meyakini, sebagai mahluk yang menghamba kepada kehendak Tuhan, manusia sebenarnya hanya memiliki dua tugas yaitu, terus mempelajari, memahami dan menghayati arti dan wujud kongkrit kebenaran dan kebaikan serta terus menerus berusaha, berikhtiar untuk mewujudkannya. Bagi manusia, pertanggung-jawaban yang harus diberikan adalah bagaimana proses pemahaman tersebut terus dikembangkan dan bagaimana konsistensi usaha dan ikhtiar yang dilakukannya. Hasil akhir sudah pasti, kebenaran dan kebaikan akan menang. Manusia tidak dapat mempengaruhi hal tersebut. Manusia hanya menikmati hasil dari pemahaman dan ikhtiar yang dilakukannya.

Anak pertama dari pasangan Ir. Bambang Krisnamurthi dan Marifiatin ini menjadi Insinyur pada program studi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1987, Magister Sains (MS) program studi Ekonomi Pertanian IPB tahun 1998. Suami Pudjiningsih ini memiliki banyak pengalaman dan pergaulan di bidang ekonomi pertanian. Pengalamannya tersebut menjadi modal besar dalam kontribusinya terhadap amanah yang diemban saat ini.

Karirnya dimulai saat menjadi dosen di IPB sejak tahun 1988, setahun setelah lulus S1 IPB. Sejak menduduki jabatan struktural di pemerintahan tahun 2005, jabatan fungsionalnya sebagai dosen diberhentikan sementara. Namun ia tetap mengajar sebagai kegiatan sukarela dan panggilan jiwa untuk membagi pengetahuan dengan para pemuda. Dari tangan dinginnya pula, sudah banyak doktor dan mahasiswa yang berhasil lulus lewat bimbingannya.

Di IPB, Bayu pernah menjadi Direktur Eksekutif Pusat Studi Pembangunan IPB (2002-2005), dan  Direktur Pusat Studi Pembangunan IPB (2002 2005), dan Manajemen Agribisnis IPB (1998-2000) dan Kepala Bagian Agribisnis Departemen Sosial Ekonomi Pertanian IPB (2000-2001).

Di luar IPB, Bayu Krisnamurthi pernah menjadi sekretaris Tim Penyusunan Kebijakan Perberasan Nasional Bappenas (2000) dan anggota Tim Penyusunan Strategi Pemulihan Ekonomi Bidang Pertanian, Deptan (2000). Sedangkan jabatan struktural di pemerintahan dimulai saat ia ditunjuk sebagai Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Penanggulangan Kemiskinan (2005-2008). Pada saat yang sama, ia juga menjadi Pelaksana Harian (Plh) Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan. Pada tahun 2008, ia diangkat menjadi Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan.

Selama di pemerintahan, Bayu Krisnamurthi banyak terlibat dalam perumusan kebijakan strategis di tingkat nasional. Sebelum tahun 2005, ia lebih banyak terlibat dalam perumusan kebijakan di bidang pangan (khususnya beras) dan pembangunan sistem dan usaha agribisnis. Tahun 2005-2009 terlibat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan yang terbagi dalam 5 bidang, yaitu; ketahanan pangan, revitalisasi pertanian dan pedesaan, penanganan flu burung dan kesiap-siagaan menghadapi pandemi influenza, penanggulangan kemiskinan dan dalam penanganan daerah pasca bencana.

Sejak kecil, lelaki yang sangat peduli pada petani ini sudah banyak menggondol penghargaan. Maka tak aneh bila karirnya di beberapa tempat yang disinggahi bisa dikatakan gemilang. Saking banyaknya penghargaan, sampai-sampai ia lupa kapan dan dimana diperoleh penghargaan tersebut. Oleh sebab itu, saat memasuki karir profesional, ia lebih memilih untuk tidak lagi mengikuti beragam kontes atau kegiatan yang muaranya hanya pada penghargaan. Alasannya, karena bekerja adalah untuk karya dan kemanfaatan yang dihasilkan, sedangkan penghargaan bukanlah sebuah tujuan.

Di waktu luang, bapak tiga anak ini ternyata mempunyai hobi menikmati makanan di warung kaki lima bersama teman atau keluarga. Alasannya, selain asyik dan murah, makanan di kaki lima tak kalah enak dengan restoran. Untuk makan, ia lebih memilih makan di kaki lima menjelang malam, alasannya agar tidak terlihat kotornya. Bayu juga mengaku tidak memiliki makanan favorit. Karena hobinya ini, alhasil, dalam setiap kunjungannya ke daerah-daerah, ia gemar berburu makanan di kaki lima. Hampir seluruh daerah di Indonesia pernah dikunjunginya.

Selain berburu kuliner, hobinya yang lain adalah bersepeda. Kegiatan itu biasa dilakukannya saat akhir pekan atau liburan. Kawasan favoritnya bersepeda adalah sekitar rumahnya di Bogor dan Istora Senayan, kalau lagi di Jakarta. Olahraga menurutnya penting dilakukan, apalagi sebelumnya dia pernah menghadapi masalah berat badan.

Hobinya yang lain adalah menanam pohon. Sejak 2008, Yayok, begitu ia biasa dipanggil oleh teman-temannya, mulai menanam beragam pohon. Dari 235 pohon yang pernah ditanam sebanyak 103 pohon diantaranya tumbuh dengan baik. Pohon yang paling banyak ditanamnya adalah belimbing, rambutan, jambu mete, jambu air, nangka dan kedongdong. Alhasil, di halaman rumah, sepanjang jalan di sekitar rumah, bahkan lapangan dekat rumahnya, penuh dengan karyanya. Kebiasaan ini menurut Bayu didapatnya dari sang nenek di Blora, Jawa Tengah yang senang bercocok tanam.

 

Di tengah kesibukannya, Bayu masih menyempatkan diri untuk memberi kuliah umum di almamaternya dan memberi bimbingan skripsi mahasiswa. Baginya, hal itu bukanlah beban karena ia selalu terpanggil untuk membagi ilmu dan pengalamannya kepada mahasiswa. Selain itu, kecintaannya yang besar terhadap pertanian membuatnya tak jenuh mengajar di almamater tercinta IPB. Alasannya, selain memperkuat SDM, ia juga tak mau kalau para lulusan sarjana pertanian bekerja di sektor yang jauh dari pertanian itu sendiri. Bayu juga berharap bisa terus berbagi ilmu, apapun jabatannya saat ini. Misalnya, bisa melakukan hal sederhana tetapi bermanfaat, seperti mendampingi masyarakat di suatu desa untuk bercocok tanam, memperbaiki mushala, atau membangun jembatan.

Sumber: www.tokohindonesia.com 


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB