Himpunan Alumni IPB
Hajrial Aswidinnoor: Pemulia Padi IPB 3S

Sudah delapan varietas padi  yang dilepas Dr.Hajrial Aswidinnoor bersama Tim Pemulia Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta-IPB). Kedelapan varietas tersebut antara lain: IPB 1 R Dadahup, IPB 2 R Bakumpai, IPB Batola 5 R, IPB Batola 6 R, IPB Kapuas 7R, IPB 3S, IPB 4S, dan IPB 8 G. 

Varietas padi jenis IPB1 R Dadahup, IPB 2 R Bakumpai, IPB Batola 5 R, IPB Batola 6 R dan IPB Kapuas 7 R tumbuh baik bila ditanam di lahan rawa. Sementara varietas IPB 3 S dan IPB 4 S tumbuh baik ditanam di lahan sawah irigasi atau tadah hujan seperti di Karawang, Lamongan dan Bogor. Varietas padi IPB 8 G tumbuh baik bila ditanam di lahan kering atau ladang.

Untuk menghasilkan satu varietas  padi, Dr. Hajrial membutuhkan waktu penelitian selama 8-9 tahun. “Seperti varietas IPB 3 S yang baru saja kami panen di Karawang. Kami mulai melakukan seleksi tetua sejak dari tahun 2004 hingga menjadi varietas tahun 2012 atau selama delapan tahun,” ungkap Pria yang sudah 24 tahun menggeluti pemuliaan padi.

Padi 3 S akan tumbuh optimal pada lahan yang airnya tidak terlalu banyak, tidak tergenangi, tapi air yang cukup atau macak-macak. Varietas 3 S ini mempunyai masa tanam 112 hari dan mampu menghasilkan produksi mencapai 8,5 ton per hektar gabah kering giling (GKG).

Bagi petani atau masyarakat yang ingin mendapatkan benih varietas IPB 3 S dapat menghubungi Dinas Pertanian terdekat. Nantinya Dinas Pertanian terdekatlah yang memberikan informasi mengenai penangkar padi varietas 3 S ini. “Saat ini sudah ada penangkar padi Sukamandi yang berhasil menghasilkan benih 3S sebanyak 16 ton. Peneliti atau pemulia IPB tidak menyediakan benih padi dalam jumlah besar. Kami hanya bisa menyediakan biang benih padi (berlabel kuning) maksimal empat kilogram untuk ditangkarkan kembali menjadi benih komersial. Padi berlabel kuning ini diperuntukkan bagi para penangkar, bukan untuk para masyarakat atau petani khalayak,” papar alumnus S3 Program Genetika dan Pemuliaan Tanaman Universitas Missouri, Columbia ini.

Lebih lanjut Dr. Hajrial menyampaikan benih padi yang diperjualbelikan adalah yang berlabel biru. Suatu padi berlabel kuning agar menjadi label biru membutuhkan proses yang cukup panjang dan lama. Menurutnya, mulanya penangkar menanam padi berlabel kuning, hasil produksinya nanti berlabel putih. Selanjutnya padi berlabel putih ini ditanam kembali di lahan yang lebih luas untuk menghasilkan padi berlabel ungu. Setelah itu, padi berlabel ungu ini ditanam secara massal sebagai benih berlabel biru. “Label biru inilah yang dijual dipasaran dan ditanam petani sebagai padi konsumsi,” jelas Alumnus S2 Program Pemulia Tanaman dan Genetika Tanaman Universitas Wisconsin tahun 1987 ini.

Kecintaan Dr. Hajrial terhadap dunia pemuliaan tanaman berawal duduk di bangku kuliah Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian IPB.  Pria yang tak segan menyisingkan baju terjun ke lumpur sawah ini memilih minor pemulia tanaman dari tiga minor yang ada. Setelah lulus S1 pada tahun 1982,  Dr. Hajrial mengikuti program penanaman kembali dengan membuat kebun percobaan di Sitiung yang sekarang menjadi Kabupaten Dalmasraya, Sumatera Barat selama 1,5 tahun. Lahan bekas tambang tersebut menjadi lahan transmigrasi yang baru dibuka. “Kami menguji varietas kedelai, jagung dan kedelai yang sesuai dengan kondisi di sana,” tandas Dr. Hajrial.

Hatinya kian terpaut dunia pemulia tanaman, ketika tahun 1984 bersama Prof. Jajah Koswara, Dr. Hajrial meneliti varietas jagung hibrida yang sekarang dikenal jagung manis. Dr. Hajrial mulai menggeluti pemuliaan padi ketika menyelesaikan disertasinya. “Dalam penyusunan bab terakhir disertasi, saya membawa alat bantu molekuler untuk meneliti padi  di International Rice Research Institute (IRRI), Filipina selama sembilan bulan,” katanya.

Bagi Dr. Hajrial meneliti padi sesuatu yang sangat menantang dan menarik. Walau pun harus berbaju dekil terjun ke sawah, bergumul lumpur, dan air kotor irigasi, baginya itu bentuk pengabdian demi kesejahteraan petani dan tercapainya ketahanan pangan nasional. Seorang pemulia tanaman itu, pungkas Dr. Hajrial, bukanlah artis yang manggung di berbagai kesempatan, tetapi aktor di belakang layar yang karyanya menjadi ujung tombak petani. (ris)

 

Sumber: Ipbmag.ipb.ac.id


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB