Himpunan Alumni IPB
Sang Legenda Perfilman Indonesia, Sarjana Pertanian IPB

Setiap orang memiliki passion tersendiri dalam dirinya baik yang memang ada sejak awal, tumbuh bersama dirinya, ataupun terbentuk dari lingkungan sekitar. Program studi apapun yang diambil dan dijalankan selama masa kuliah bukan berarti akan menghambat atau mengharuskan setiap orang menyesuaikan diri dan berhenti mengembangkan passion-nya. Chand Parwez Servia yang merupakan sosok  legendaris belakang layar di dunia perfilman pun ternyata memiliki latar belakang pendidikan perkuliahan yang berbeda dengan passion-nya. Ya, Parwez merupakan alumni Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) yang lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1959.

Parwez memiliki darah Pakistan yang mengalir dalam dirinya dan ia pun bukanlah berasal dari keluarga yang berada, karenanya sejak kecil Parwez sudah terlatih hidup mandiri dan membantu orangtua. Berbagai usaha dilakukannya seperti menjual ternak piaraannya hingga membantu kakaknya yang merupakan pengusaha bioskop sejak ia duduk di bangku SMA. Kecerdasan Parwez membuatnya tetap sanggup menyelesaikan studi di IPB hingga gelar Insinyur meskipun sambil mengurus biosko-bioskop itu. Parwez kecil tumbuh seperti anak-anak pada umumnya dan merasa sangat bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah SWT. Siapa sangka, anak kecil biasa seperti Parwez kini telah menjadi bos sebuah rumah produksi yang bernama Starvision Plus.

Meskipun berbeda dengan passion yang dimilikinya, Parwez merasakan banyak manfaat dengan berkuliah di IPB karena jarak IPB ke pusat industri yakni Jakarta cukup dekat, maka Parwez bisa sambil mempelajari bagaimana cara produser-produser film bernegosiasi. Saat itu Parwez juga mulai mencoba memaparkan ide-ide terkait film dan bioskop yang dimilikinya. Parwez mengakui bahwa dunia perfilman merupakan panggilan jiwanya sehingga pemilik bioskop Bandung Theatreyang pernah menyabet tiga kali penghargaan Malidar Hadiyuwono di ajang Festival Film Indonesia (FFI) ini selalu total dalam melakukan setiap pekerjaannya.

Parwez mendirikan PT. Kharisma Jabar Film di Bandung pada pertengahan tahun 1985 dan memproduksi film ‘Si Kabayan Saba Kota yang diperankan Didi Petet dan berhasil menjadi sebuah gebrakan dan komedi fenomenal hingga mendapatkan penghargaan film komedi terbaik FFI pada tahun 1989. Ia juga lah penggagas ajang Festival Film Bandung (FFB) yang hingga kini masih populer dan berjalan secara independen. Industri perfilman sempat terpuruk, namun Parwez tak lantas berputus asa, ia malah menjawab tantangan bisnis dengan mendirikan Starvision di tahun 1995 yang merupakan rumah produksi dengan sederetan produksi sinetron dan acara televisi.

Prinsip yang dipegang Parwez salah satunya adalah dalam hidup manusia harus senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan, inilah yang kemudian membuatnya selalu berusaha menyampaikan nilai-nilai baik dan pesan moral melalui tayangan-tayangan produksi Starvision. Parwez yang juga aktif dalam berbagai organisasi perfilman seperti Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia, Forum Film Bandung, Persatuan Perusahaan Film Indonesia, sekaligus menjadi Direktur Utama PT Kharisma Starvision Plus dan PT Kharisma Jabar Film senantiasa menjalankan kepemimpinannya dengan bersahaja dan kooperatif. Buktinya, ia selalu dekat dengan karyawan-karyawannya dan mempercayakan segenap kualitas film yang akan dihasilkan rumah produksinya pada mereka.

Parwez percaya bahwa jika ingin sukses, kita harus konsentrasi terhadap apa yang kita kerjakan dan tidak cepat merasa puas agar kinerja kita senantiasa meningkat dan maksimal. Pria yang memiliki hobi jogging, berenang, dan membaca ini menyampaikan bahwa ia ingin dan akan terus belajar agar bisa terus berarya. Semangat Parwez dan keinginannya yang kuat inilah yang membuatnya dapat memberikan kontribusi besar dan menjadi sebuah legenda dalam dunia perfilman.(NRA)

Sumber: ipbmag.ipb.ac.id


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Kamis, 12 Oktober 2017 00:00 WIB
Senin, 25 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 22 September 2017 00:00 WIB
IPB
Sabtu, 16 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 8 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB