Himpunan Alumni IPB
Tri Mumpuni, Terangi Pedesaan dengan Mikrohidro

Berawal dari berkeliling desa dan banyak melihat kondisi pedesaan di Indonesia yang masih gelap gulita karena belum mendapat aliran listrik, alumni jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menyelsaikan studinya pada tahun 1990 ini, bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). PLTMH ini menjadi sumber energi listrik bagi wilayah yang belum terjangkau atau sulit dijangkau PT. PLN. PLTMH ini memanfaatkan potensi energiair yang ada di lokasi setempat untuk menggerakkan turbin. Lebih 60 lokasi terpencil yang sebelumnya gelap gulita menjadi terang benderang dengan pembangkit yang mereka bangun. Melalui Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yang dibentuk, mereka memberikan penerangan di beberapa wilayah Indonesia. Mikrohidro ini juga dikembangkan dan diimplementasikan di mancanegara diantaranya: Filipina, Rwanda dan Kenya.

Wanita kelahiran Semarang, 6 Agustus 1964 ini menyatakan, “Indonesia negara yang sangat berlimpah sumber airnya. Kita dirahmati Allah SWT memiliki gunung, hutan, dan khusus untuk mikrohidro ini kita melihat banyak sekali daerah-daerah yang secara geografis memungkinkan dibangunnya mikrohidro. Kita melihat banyak sungai memiliki perbedaaan ketinggian. Pada prinsipnya mikrohidro itu dari sungai yang punya ketinggian sehingga kita ambil airnya untuk bisa dibangkitkan menjadi energi listrik.” Pada daerah yang secara geografis memiliki sungai, hutan, dan sulit dijangkau tersebut biasanya banyak sekali penduduk yang tinggal dan dalam kegelapan. “Alhamdulillah kita dirahmati Allah SWT memiliki sedikit ilmu yang bisa kita bagi yaitu membuat pembangkit listrik dari tenaga air mili dan mikrohidro yang kecil skalanya. Ini cara kita bersyukur dan menikmati rahmat Allah. Saya ingin bermanfaat bagi orang lain,” kata Tri Mumpuni. Bagi alumni IPB ini listrik bukan tujuan utamanya, tetapi bagaimana membangun potensi desa supaya mereka berdaya secara ekonomi dan lainnya. Dengan begitu, mereka bisa mengenali peradabannya dan membangun peradabannya. “Sebetulnya yang mengawali kegiatan mikrohidro itu suami saya. Lalu saya melihat, mikrohidro ini menjadi alat yang sangat kuat untuk mengembangkan ketenagalistrikan yang berbasis masyarakat, bisa untuk memicu munculnya kegiatan ekonomi masyarakat. Intinya dapat memakmurkan rakyat. Pada tahun 1990-an saya melihat bagaimana suami saya mendisain dan menerapkannya. Saya melihat bahwa saya harus all out turun agar ini dapat digunakan di pedesaan,” papar Tri Mumpuni. Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun ini teknologi tinggi tetapi user friendly dan dapat diajarkan dari semua tahapan mulai perencanaan sampai pembangunan mikrohidro kepada rakyat. “Saya pikir kalau kita sungguh-sungguh mengerjakannya dan caranya benar, itu akan membuat bangsa Indonesia memiliki ketahanan energi yang luar biasa,” tambah Tri Mumpuni.

Kiprah Tri Mumpuni telah diakui oleh dunia. Banyak penghargaan internasional yang telah diraihnya diantaranya: Ramon Magsaysay Awards 2011 dan Ashden Award 2012 di London, Inggris. Direktur Eksekutif IBEKA ini juga mendapat pujian dari Presiden Obama pada “Presidential Summit on Entrepreneurship” di Washington, DC. “Lucu sebetulnya, karena saya tidak pernah bermimpi dan tidak pernah berharap, karena Magsaysay Award 2011, itu sesuatu yang prestisius. Itu milihnya juga kita gak pernah tahu. Saya pikir ini sebetulnya untuk menginspirasi orang, agar dia melakukan hal sama dengan apa yang saya lakukan. Bayangkan jika sepuluh orang mengikuti apa yang saya lakukan, maka masalah perlistrikan yang gelap gulita dapat teratasi dengan baik. Pokoknya intinya satu, cintailah pekerjaan itu, serta dekatilah masyarakat karena alam itu sudah mengatur semuanya,” kata Tri Mumpuni.

Ia berharap mikrohidro dibangun dengan benar dan sungguh-sungguh. Mikrohidro ini alat untuk memakmurkan rakyat. Rakyat harus betul-betul mengerti, tahu cara mengoperasikan, mengolah dengan baik dan merawatnya, karena sebetulnya mikrohidro ini bisa berusia lebih dari 100 tahun. “Saya hanya ingin generasi muda kalau melakukan sesuatu itu harus dengan ikhlas dan sungguh-sungguh serta dapat memberikan manfaat bagi orang banyak, maka Allah akan memberikan balasan yang setimpal dan luar biasa. Ikhlas dan tulus harus menjadi dasar dari apa yang akan dilakukan,” kata Tri Mumpuni. Tri Mumpuni mengatakan, dia dan suami bermimpi memiliki banyak bayi yang harus ditumbuhkan. Mikrohidro ini bayi kita yang betul-betul harus bermanfaat. ‘Sekarang ada bayi baru yaitu sosial bisnis, kita ingin anak muda paham sosial bisnis apa. Sebenarnya sosial bisnis ini adalah sebuah kegiatan yang bisa mengatasi persoalan-persoalan sosial masyarakat dimana di satu sisi kita mendapat keuntungan. Jadi membuat kita kaya dengan cara membuat orang lain kaya itu hukumnya halal dan sah-sah saja.”

Sumber: IPBMag


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Minggu, 8 Januari 2017 00:00 WIB