Himpunan Alumni IPB
Agung Kuswandono, Deputi Kemenko Maritim

Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak pernah berhenti menghantarkan kesuksesan para alumnusnya. Lewat pendidikan yang tidak semata mengajarkan pengetahuan akademis, penguatan karakter selama perkualihan telah membentuk nilai-nilai unggul mahasiswa untuk mampu berdaya juang dan berdaya saing di lingkup masyarakat. Tidak terbatas soal pertanian, namun mampu merambah bidang-bidang penting yang membutuhkan perubahan.

Salah satunya, Agung Kuswandono. Pria kelahiran Banyuwangi 29 Maret 1967 telah menunjukkan bahwa pendidikan yang diterimanya selama kuliah di jurusan Teknologi Hasil Hutan (THH) Fakultas Kehutanan IPB angkatan 22 (1985), mampu mengisnpirasi dan melakukan sumbangsih bagi negeri.

Lewat gagasan CUSTOMS 2020, sebuah konsepsi, visi, impian yang menuangkan strategi menyeluruh, sistematis, terarah dan konsisten untuk pencapaian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai leader di ASEAN tahun 2020. CUSTOMS 2020 baginya adalah ideal condition yang menjadi target DJBC melalui reformasi birokrasi dan reformasi kelembagaan sehingga DJBC mampu menjalankan fungsi sebagai revenue collection, trade facility, industrial asisstance, dan community protection dan gagasannya menjadikan DJBC sebagai border management. Meski kini Agung Kuswandono tak lagi menjabat sebagai Pimpinan DJBC, CUSTOMS 2020 telah menjadi legacy yang akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan DJBC sebagai Institusi Kepabeanan dan Cukai Terkemuka di Dunia.

Pria yang gemar berinovasi dalam menjalankan tugas di setiap lembaga yang ditempatinya, setelah lulus dari IPB memulai karir sebagai Pelaksana di DJBC Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun 1993. Berkat keuletannya, dalam tempo 4 tahun, Agung mendapatkan promosi sebagai Kepala Seksi Tarip A. I, yang kemudian menjadi Seksi Klasifikasi I di Kantor Pusat DJBC pada Maret 1998. Desember 2001, Agung kembali mendapat promosi menjadi Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah X DJBC Balikpapan.

Dua tahun kemudian, pada bulan Oktober 2003 ia menjadi Kepala Subdirektorat Kemudahan Ekspor II Direktorat Fasilitas Kepabeanan, dan kemudian menjadi Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II Direktorat Pabean Internasional pada November 2005.2 Pada Desember 2006, Agung Kuswandono dipercayakan untuk memimpin Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Soekarno-Hatta hingga Juni 2007. Saat menjabat sebagai Kepala KPBC Soekarno-Hatta, Agung berhasil membuktikan kemampuan dan keberaniannya dalam menangani kasus-kasus kepabeanan yang bermasalah. Salah satunya, ia melakukan penyitaan atas 12 unit helikopter milik PT Air Transport Services yang jaminannya bermasalah.

Atas prestasinya, pada Juni 2007, Agung kembali mendapatkan promosi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok hingga Februari 2008. Karirnya terus melejit, sehingga ia diberi amanah menjadi Pejabat Direktur Teknis Kepabeanan sejak Februari 2008 hingga Maret 2010. Ia terus menunjukkan kapabilitasnya di DJBC, dan pada Maret 2010 ia berkarir sebagai Direktur Fasilitas Kepabeanan hingga April 2011. Track record dan hasil kinerja yang baik, telah membawa Agung Kuswandono pada puncak karir di DJBC dimana tertanggal 25 April 2011, ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Setelah sukses di DJBC Kementerian Keuangan, saat ini, pria yang juga mendapatkan gelar Master of Arts dari Universitas Colorado, Amerika Serikat tahun 1997, diamanahkan menempati posisi sebagai Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Republik Indonesia. Di Kemenko Maritim, pria yang pernah jualan kaset saat mahasiswa ini, menargetkan penurunan ‘Dwelling Time’ menjadi dua hari untuk memberikan pelayanan prima.

Saat ditemui di Kantornya, Gedung BPPT I Jakarta Pusat, pria yang dikarunia 2 orang putra dari istri bernama Suyani Kuswandono yang juga merupakan alumnus IPB dari Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, menceritakan perjuangannya selepas lulus dari IPB. Setiap hari Sabtu, selalu membeli koran Kompas untuk melihat daftar lowongan kerja. Berkali-kali mengalami kegagalan dalam interview kerja, tidak membuatnya patah semangat. Keterbatasan dan kegagalan yang dialami, baginya sebagai tahapan untuk melangkah lebih baik lagi.

Pada awalnya, Agung Kuswandono bercita-cita diterima di Fakultas Pertanian IPB, namun meski pada akhirnya diterima di Fakultas Kehutanan IPB telah menambah rasa percaya diri untuk berdaya saing. Baginya, IPB telah luar biasa menunjukkan image pertanian dan dibidang lainnya dan mesti mampu menjangkau ke dalam dunia nyata melalui inovasi-inovasi penelitian. IPB mempunyai peran penting untuk kemajuaan bangsa. Agung Kuswandono, lewat pencapaian karir di Dirjen Bea Cukai Kemenkeu dan Kemenko Maritim, menjadi bukti IPB telah mengajarkan kesederhanaan dan nilai-nilai karakter sebagai pondasi kuat para alumni untuk menjadi agen perubahan dan kemandirian bangsa.

Kini, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono siap menatap dan mewujudkan cita-cita bersama yang digagas Pemerintahan Presiden Joko Widodo, mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. (deb/ric/l)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB