Himpunan Alumni IPB
Aang Permana, Pengusaha Muda Yang Tularkan Semangat Kembali Ke Desa

Bogor (AlumniIPB.org) – Aang Permana, merupakan alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Institut Pertanian Bogor angkatan 45 (Tahun mauk 2008). Pria 26 tahun ini lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Untuk terus bersekolah ke jenjang berikutnya, ia mesti mengandalkan surat sakti Keterangan Tidak Mampu supaya mendapatkan keringanan dalam biaya sekolah. Setelah lulus SMA, dengan uang Rp 500 ribu, Aang nekat melanjutkan mimpinya sekolah di perguruan tinggi. Aang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi lewat jalur SPMB di Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB dan ia diterima. Biaya kuliah didapat Aang dari beasiswa.

Lulus tahun 2012, Aang langsung bekerja di sebuah perusahaan migas. Pekerjaan Aang di sana adalah melakukan survei dari pantai-pantai Aceh hingga Papua. Hampir setiap hari ia pergi ke tepi laut untuk melakukan survei tersebut. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi dari sisi perikanan yang berbeda-beda. Setelah hamper 2 tahun bekerja di perusahaan migas, Aang memutuskan keluar dan memilih untuk berkontribusi pada masyarakat dengan mengembangkan potensi daerahnya, di Cianjur Jawa Barat, mengolah ikan petek yang banyak dibuang oleh nelayan di Waduk Cirata menjadi Crispy.

Bermodalkan uang Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta yang ia sisihkan dari gaji bulanannya saat itu, di tahun 2012 Aang merintis bisnis ikan petek goreng dengan merk Crispy Ikan Sipetek. Mengingat ikan petek sendiri belum begitu familiar di telinga masyarakat luas, awalnya Aang cukup kesulitan untuk mengedukasi pasar khususnya konsumen di luar Daerah Cianjur. Kerja kerasnya mengedukasi pasar ternyata tak sia-sia. Dengan terus melakukan inovasi baik dari segi rasa maupun tampilan pada kemasan, saat ini Crispy Ikan Sipetek tidak hanya diterima dengan baik oleh masyarakat Cianjur namun juga mulai merambah konsumen dengan 500 agen di 70 kota di Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Banjarmasin, Medan, Padang, Riau, Makassar, bahkan crispy ikan petek juga dibawa ke Malaysia dan Hongkong oleh para TKI yang menjadi resellernya.

Untuk memperoleh bahan baku, Aang bekerja sama dengan para nelayan Waduk Cirata. Sementara dalam produksi, Aang dibantu 15 karyawan yang usianya 45-65 tahun. Aang sengaja memilih waniat yang telah berumur, karena kalau wanita yang masih muda dapat mencari pekerjaan yang lain. Ia berharap, orang-orang yang mempunyai modal mau berinvestasi di bidang perikanan.

Pada awal Maret 2017, Aang Permana memperoleh penghargaan Kick Andy Heroes 2017. Saat menerima penghargaan Kick Andy Heroes 2017. Kick Andy Heroes merupakan penghargaan bagi insan pejuang berkat karyanya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Aang menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang ia dapat, “Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu ibu saya pernah berkata: Maafkan ibu tidak bisa memberikan apa-apa seperti anak-anak yang lain. Ibu hanya bisa memberi doa. Hari ini saya menyadari bahwa doa yang tulus dari seorang ibu adalah harta terbesar yang saya miliki,” ujar Aang penuh inspirasi.

Ia menambahkan, keputusannya saat resign banyak yang mempertanyakan. Baginya, kenyamanan yang ia dapatkan saat bekerja di salah satu perusahaan migas justru membuatnya berpikir kenyamanan itu hanya dinikmatinya sendiri.

“Padahal apa yang saya dapatkan sejauh ini berkat bantuan banyak orang. Berkat pertolongan dan kasih sayang orang. Tapi saya Cuma menikmatinya sendiri. Makanya saya berpkir kok hidup saya kurang bermanfaat. Saya ingin hidup ini bukan sekedar untuk diri sendiri tapi sebanyak-banyaknya manfaat untuk orang lain,” tutur Aang.

 

Ia juga mengajak anak muda yang dikota untuk kembali ke desa.”Saya mengajak kepada anak-anak muda yang berasal dari desa, yang sekarang masih tinggal di kota, untuk kembali ke desa. Percayalah desamu lebih membutuhkan kehadiranmu. Ayo pulang ke desa. Desa membutuhkan kehadiran anak muda penerus bangsa,” tegas Aang.


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB
Minggu, 8 Januari 2017 00:00 WIB