Himpunan Alumni IPB
DR Kasan, Anak Petani/Pedagang yang Sukses Menjabat di Kementerian Perdagangan

Bernama lengkap DR Kasan MM adalah pria sederhana yang meraih gelar sarjana Sosial Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini rupanya saat lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) bercita-cita melanjutkan kuliah di Jurusan Teknik Kimia ITB. Namun, keinginan itu dibatalkannya seketika setelah mendapat kabar kelulusan dari pihak sekolah yang menyatakan dirinya diterima di IPB.

 

“Saya sampaikan ke orangtua kabar tersebut, dan orangtua meyakinkan saya untuk mengambil IPB. Saat pendaftaran di Bogor, sempat mengalami masalah karena ada nilai di raport yang dicoret, Saya harus balik lagi ke Sekolah untuk meminta legalisir bahwa tidak ada manipulasi nilai,” seloroh Kasan saat ditemui alumniipb.org di tempat kerjanya di Kementerian Perdagangan.

 

Pertama kali menjalani kuliah di IPB lewat masa matrikulasi, baginya adalah pengalaman luar biasa. Pria yang juga lulusan Magister Manajemen Universitas Indonesia ini pernah harus mengulang matakuliah matematika di tingkat satu. Menurutnya, IPB telah berjasa memberikan pendidikan dengan cara berpikir sistematis. Gemblengan dan tekanan masa perkuliahan justru baginya tidak membuat mahasiswa frustasi akan tetapi semakin menambah motivasi untuk sukses.

 

Lulusan Doktor Ekonomi Pertanian dari IPB ini menceritakan pengalaman kuliahnya di IPB saat menempuh gelar sarjana. Ketika kiriman dari orangtuanya belum sampai, di tingkat satu dan setelah memasuki jurusan di tingkat dua ia sering menjadi juru ‘copy’, mengedarkan selembar kertas daftar teman sekelasnya yang ingin memperbanyak catatan kuliah. Darisana Kasan memperoleh sedikit tambahan untuk uang jajan. Baru kemudian di semester lima, Kasan memperoleh beasiswa sejumlah Rp 35 ribu perbulan yang membuatnya tidak bergantung lagi pada kiriman orangtuanya. Ia juga menuturkan keaktifannya di Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (MISETA) yang menjadi juru ketik majalah MISETA.

 

Setelah tamat dari IPB, bulan Juni tahun 1990, Kasan diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Departemen Perdagangan (Depdag). Awal mula karirnya di institusi nomor wahid urusan perdagangan, ia menjabat sebagai staf pelaksana di Badan Penelitian dan Pengembangan Perdagangan (Balitbang) hingga tahun 1993. Di tahun berikutnya, ia mendapat jabatan fungsional sebagai Ajun Peneliti Muda. Rentang 1995 hingga 1996, Kasan menjalani masa pembekalan Bahasa Inggris untuk mengikuti pendidikan S2 di luar negeri.

 

 

“Tetapi akhirnya tidak jadi sekolah di luar negeri, karena pada saat itu ada pengurangan anggaran bantuan dari pihak donor (Bank Dunia)  sehingga dialihkan pendidikan S2 di dalam negeri, saya memilih Universitas Indonesia,” kenang Kasan.

 

 

Pasca menamatkan pendidikan magister, ia kembali ke institusinya, Kementerian Perdagangan, yang sudah bergabung dengan Kementerian Perindustrian sebagai Kepala Sub Bidang Badan PBB dan Organisasi Internasioanal. Tahun 2004, Kementerian dipisah kembali, hingga di tahun 2004-2007 Kasan diamanahkan menjabat sebagai Kepala Bidang Analisa Data pada Pusat Data Balitbang Kemendag. Tahun 2007, Kasan ditugasi menjadi Kepala Bagian Kerjasama pada Puslitbang Perdagangan Luar Negeri yang membawahi perjanjian kerjasama perdagangan internasional.

 

 

Jabatan itu berlangsung hingga tahun 2010. Saat Menteri Perdagangan dipegang Mari Pangestu, pria yang masa kecilnya pernah berjualan oncom, bungkil kacang dan menyabit rumput untuk ternak ini, dipromosikan menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri. Di posisi tersebut, ia diamanahkan merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas Pusat Penelitian dan Pengembangan Kerjasama Perdagangan Internasional selama enam belas bulan hingga 2011.

 

“Tanggal 25 Mei 2016 saya mendapat SK Presiden sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasioanal tetapi belum dilantik. Akhirnya sejak 25 Mei 2016 hingga 30 Juni 2016 balik lagi menjadi staf biasa dengan pangkat 4d di Badan Litbang, hingga akhirnya  per 1 juli 2016 dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional. Baru kemudian 31 Januari 2017 saya dilantik menjadi Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan dengan status eselon 1a,” ungkap Kasan.

 

Perjalanan karirnya di Kemendag yang sudah berjalan 27 tahun, selalu diniatkan untuk bekerja dengan ikhlas. Ia menanamkan prinsip tidak berharap pada imbalan. “Soal rezeki nanti akan mengikuti, yang penting yakin apa yang kita lakukan itu baik. Jangan ngeluh,” pesannya.

 

Kenangan yang tak pernah dilupakan pria yang mempunyai hobi bulutangkis dan renang ini, dua kali mendapatkan tempaan pendidikan di IPB selama tingkat sarjana dan pendidikan doktor, ia meyakini dan bersyukur IPB telah mengajarkan bagaiman menjadi pribadi yang mampu menghadapi situasi tekanan sehingga menjadi unggul dalam kehidupan nyata.

 

Dan kini DR Kasan MM, telah membuktikan kesederhanaan dan keikhlasan yang diajarkan ayahnya yang seorang petani dan ibunya yang seorang pedagang hasil tani, untuk mampu menjadi pemenang dalam kehidupan, berbakti untuk negeri, melayani sepenuh hati, demi bangsa dan negara. (ric)

 

*sumber foto: Markeeters TV


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB