Himpunan Alumni IPB
Suhaji Lestiadi, Alumni IPB; Mengembangkan Model Pengelolaan Keuangan Haji

Bulan April 2017 ini menjadi awal bagi sosok bernama lengkap Ir Suhaji Lestiadi ME untuk menjalani peran baru, pasalnya DPR telah mengesahkan namanya sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) diikuti dengan SK Pengangkatan oleh Presiden.  Baginya, peran baru yang dipangkunya memiliki dua arti; pertama, sebagai amanah yang telah dipercayakan kepadanya, dan kedua, jabatan tersebut baginya adalah ujian untuk terus berupaya memajukan kemaslahatan umat.

 

Pria kelahiran Medan 27 Desember 1965 ini berkeyakinan dengan hadirnya BPKH yang dibentuk Presiden Jokowi akan mampu memperbaiki tata kelola keuangan haji menjadi semakin baik. Lulusan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menilai BPKH mempunyai dua peran sentral yakni pertama, berperan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap jemaah haji, dimana saat ini jumlah jemaah haji Indonesia yang terbesar di dunia, namun pelayanannya masih tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,. Padahal besarnya jumlah jemaah haji Indonesia ini menurutnya merupakan kekuatan daya tawar untuk bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi sehingga mempunyai efek positif bagi peningkatan layanan di kemudiaan hari.   Peran Dan hal kedua, kata peraih gelar magister Manajemen Ekonomi Triskati ini, BPKH akan mengupayakan ongkos naik haji menjadi relatif lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

 

“Keberadaan BPKH adalah untuk mengelola dana haji semata-mata demi memberikan kemaslahatan bagi jemaah, Islam, bangsa dan negara,” tegas Suhaji.

 

 

Semangat peraih gelar insinyur pertanian ini untuk memperbaiki tata kelola keuangan haji ia wujudkan dalam Model Pengelolaan Keuangan Haji sebagaimana bagan dibawah ini. 

Dalam model tersebut Suhaji menempatkan jemaah haji sebagai pemilik dana menjadi prioritas utama dalam mendapatkan manfaat dari tata kelola keuangan haji,  dengan memegang teguh prinsip-prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel.  Dengan demikian jemaah haji dapat menerima nilai manfaat antara lain biaya penyelenggaraan haji yang lebih murah, meningkatnya kualitas layanan, semakin baiknya infrastruktur haji seperti asrama dan rumah sakit.

 

Saat ditemui Alumniipb.org di kantornya di bilangan Tebet Jakarta, mantan Direktur PT Bank Muamalat ini pun tak sungkan menyampaikan gagasannya soal almamater tercinta, IPB.  Ia memandang IPB harus mampu mengambil peran advokasi bagi pemerintah agar keluaran kebijakan pertanian oleh pemerintah sepenuhnya berpihak kepada petani.  Riset-riset di IPB harus bersifat aplikatif dan berpegang pada persoalan yang dihadapi petani. Direktur Utama PT Tatar Sunda Sejahtera ini mencontohkan bagaimana persoalan harga jual produk hasil pertanian yang belum berpihak kepada petani, padahal menurutnya, petanilah yang menerima resiko yang paling besar.  Lain hal soal subsidi, yang seringkali tidak tepat sasaran dan tepat guna. 

 

Maka kata Suhaji, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Amanah Ventura Syariah ini, IPB harus berperan disana sehingga subsidi ini dapat diarahkan untuk menjaga kestabilan harga produk di level petani, subsidi produk pertanian, bukan subsidi pupuk atau sarana produksi pertanian. Apabila terjadi kenaikan harga produk pertanian, maka petani harus turut merasakan ‘kenikmatan’ dari kenaikan harga tersebut, pemerintah sebaiknya tidak menetapkan ceiling price tertentu.  Jika harga tersebut  tidak dapat terjangkau oleh pasar, maka pemerintah yang harus membeli produk petani dengan harga ‘real tersebut’ dan menjual kepada pasar dengan harga yang terjangkau oleh pasar.  Sebaliknya, jika harga produk pertanian sedang turun dengan harga yang merugikan petani seperti saat panen raya, maka pemerintah harus membeli produk petani tersebut dengan harga pasar yang memadai agar petani tidak dirugikan.

 

Suhaji yakin, jika IPB mampu berperan dalam mendorong kestabilan harga secara otomatis daya terima masyarakat terhadap IPB akan meningkat, apalagi IPB cukup unggul dalam proses pendidikan dan telah terbukti lulusan IPB memiliki daya saing, tangguh dan kompeten di berbagai bidang.  Meski demikian, ia menilai tren kebutuhan nasional dan global harus dilirik IPB untuk mengembangkan lulusan yang memiliki kemampuan teamwork, managerial skills, entrepreneurship skills dan leadership skills yang handal yang mampu menjawab situasi dunia pertanian yang sarat resiko.

 

Kebutuhan itu, akan terwujud jika sosok Rektor IPB mempunyai kemampuan managerial dan leadership yang mumpuni, negosiator, berwawasan luas, matang mengatasi problematika dan sebaiknya telah menempuh gelar Guru Besar.  Karena, menurut Suhaji, sosok Rektor adalah ia yang mampu berkiprah mengembangkan peran IPB diluar kampus dan mampu menjadi manajer yang baik di internal IPB sekaligus leader yang mumpuni berpengaruh dengan legalitas otoritasnya sebagai Rektor.

 

Tantangan besar pertanian dan kondisi yang kompleks sekarang ini, mestinya memacu semangat generasi muda IPB untuk memperkuat kompetensi dan mau berkontribusi di dunia pertanian secara luas, sehingga setiap langkah dan upaya kedepannya selalu terikat kepada tanggungjawab menghantarkan kemajuan pertanian Indonesia.

 

Kesibukan Suhaji dalam mengelola beberapa bisnisnya tidak mengurangi semangatnya untuk turut serta dalam pengembangan ummat.  Suhaji saat ini aktif sebagai Wakil Bendahara ICMI Pusat, Anggota Dewan Pakar Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah, Bendahara Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Jakarta, aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah sebagai Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Daerah dan pernah pula menjabat sebagai Anggota Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) selama 2 periode.  Saat ini  Suhaji sedang dalam proses melepas beberapa jabatannya untuk dapat fokus di BPKH. 

 

 

Sukses Suhaji di dalam dunia perbankan dan keuangan tak lepas dari dua orang sosok yang menjadi sumber inspirasi baginya.  Mereka adalah Guru Besar IPB Prof DR Hidayat Syarif, serta pelopor Ekonomi Syariah Prof DR (alm) M Amin Aziz. Kedua sosok tersebut, bagi Suhaji adalah pelecut semangat dan menjadi inspirator untuk dapat hidup sukses, mulia, bersahaja dan memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi demi kemaslahatan umat Islam dan Indonesia. (ric)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB
Selasa, 7 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 27 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Senin, 23 Januari 2017 00:00 WIB
Rabu, 11 Januari 2017 00:00 WIB
Selasa, 10 Januari 2017 00:00 WIB